Category Archives: Dekorasi

Wajib Diketahui! Ini Dia Cara Mencegah Karat Pada Pintu Aluminium

Cara Mencegah Karat Pada Pintu Aluminium

Di zaman sekarang material rumah tidak hanya menggunakan kayu saja, kamu juga bisa memilih bahan aluminium untuk pintu dan jendela. Dengan memilih pintu aluminium maka akan ada banyak kelebihan yang akan kamu dapatkan. Selain menampilkan nilai estetik yang tinggi pintu jenis ini lebih mudah dipasang. Namun, pintu yang menggunakan aluminium harus dirawat dengan benar agar tidak mudah berkarat.

Tahukah kamu bahwa karat muncul akibat oksidasi besi, biasanya sering terjadi jika terkena air atau oksigen dalam waktu yang lama. Jika karat dibiarkan saja maka lama-lama akan menciptakan korosi. Oleh sebab itu perawatan tidak boleh asal-asalan, pastikan merawat pintu dari jenis aluminium dengan perawatan yang tepat.

3 Cara Mencegah Pintu Jenis Aluminium dari Karat

Cara Mencegah Karat Pada Pintu Aluminium

Pintu aluminium mampu memberikan kesan rumah yang mewah dan elegan, namun kesan tersebut akan sirna jika kebersihan pintu tidak dijaga dengan baik. Apalagi jika pintu dipenuhi dengan debu dan korosi, maka pintu hanya akan tampak kotor dan tidak enak dipandang. Untuk mengatasi masalah tersebut ada beberapa cara mencegah pintu berkarat dan berikut informasi lengkapnya.

1. Mengecat

Agar pintu yang menggunakan aluminium tidak mudah berkarat kamu bisa mengakalinya dengan mengecat, pastikan membersihkan terlebih dahulu dari debu dan benda kecil lainnya yang menyebabkan cat tidak maksimal. Jika ada cat yang terkelupas segera cat ulang karena sangat berpotensi memunculkan karat dalam waktu yang cepat.

2. Bersihkan dengan teratur

Pastikan membersihkan pintu secara teratur. Adapun cara membersihkan pintu dari bahan aluminium tidak bisa dilakukan dengan cara biasa, kamu bisa melihat langkah-langkahnya sebagai berikut :

  • Jika pintu tidak memiliki celah maka kamu bisa menyemprotkan air menggunakan selang agar semua kotoran yang menempel bisa luruh langsung ke bawah. Namun jika ada celah pada pintu maka segera lap agar tidak terpapar air dalam waktu yang lama yang bisa mengakibatkan korosi.
  • Gunakan larutan khusus untuk membersihkan aluminium atau detergen. Sebelum mempratekkannya pastikan untuk mencoba terlebih dahulu di area tertentu.
  • Jika sudah dibersihkan dengan larutan maka langkah selanjutnya lap dengan menggunakan kain yang lembab dan bersih ke seluruh bagian pintu.
  • Bilas kembali agar semua kotoran yang menempel hilang sampai tuntas
  • Selanjutnya lap kembali dengan menggunakan lap kering
  • Pastikan pintu tersebut bersih dan kering

3. Gunakan Pintu aluminium di tempat yang tidak lembab

Benda yang menggunakan aluminium cenderung tahan terhadap korosi, namun kamu tetap harus membersihkan dengan benar agar awet tahan lama. Selain itu alangkah baiknya menggunakan pintu dari aluminium dengan memilih ruangan paling tepat. Pastikan menggunakan pintu dari aluminium di ruangan kering jauh dari kelembaban udara.

Sebenarnya korosi yang terjadi pada aluminium lebih lambat dibanding korosi yang terjadi pada logam dan jenis lainnya. Hal ini disebabkan aluminium memiliki lapisan AI203 yang akan melindunginya. Baik suasana asam maupun basa lapisan tersebut akan melindungi aluminium. Adapun aluminium yang terkena korosi biasanya tidak terlalu tampak, bentuknya kecil cukup dan kasat mata. Lakukan saja cara-cara merawat dan mencegah karat dengan cara di atas, maka pintu aluminium yang ada di rumah tidak akan mudah berkarat.

Inilah Rahasia Membuat Dinding Hemat dengan Bahan Sederhana

Rahasia Membuat Dinding Hemat

Pernahkan anda membayangkan sebuah rumah atau bangunan yang tidak memiliki dinding? Apa yang anda pikirkan? Pasti anda berfikir kalau itu aneh bukan. Dalam sebuah rancangan konstruksi bangunan sebuah dinding menjadi hal wajib yang tak boleh dilewatkan. Dinding harus dibuat kokoh agar mampu melindungi orang di dalamnya dari cuaca ekstrim.

Tips membuat dinding ekonomis

Syarat dinding yang baik minimal harus tahan terhadap angin, panas matahari yang terik, air hujan, dan tahan lama. Salah satu material yang paling populer digunakan adalah dinding batu bata, beton, dan herbel. Sayangnya ketiga material tersebut harganya cukup menguras dompet. Untuk itu sekarang banyak orang yang berakhir membuat dinding menggunakan material GRC.

GRC terbuat dari campuran semen dan serat fiber kaca yang dibentuk seperti lembaran papan, dengan permukaan bidang datar dan halus. Biasanya papan ini digunakan sebagai plafon rumah tapi karena ketahannya yang kuat terhadap api dan air membuatnya sering dipasang menjadi dinding luar ekonomis.

Disebut ekonomis bukan cuma Soal harga materialnya saja yang murah, namun proses pemasangan, dan material yang dibutuhkan tidak selama dan sebanyak dinding konvensional lainnya. Anda tidak membutuhkan semen dan pasir untuk memasangnya, dan yang terpenting proses pasangannya sangat cepat bahkan bisa selesai dalam 1-2 hari saja, dan mudah.

Cara pemasangannya pertama dimulai dari membuat rangka dinding terlebih dahulu, bisa menggunakan kayu, besi hollow, atau baja ringan. Setelah itu potong papan sesuai ukuran dinding GRC yang telah ditentukan. Tempelkan pada rangka dinding menggunakan skrup atau paku. Terakhir dempul setiap bagian sambungan menggunakan semen khusus agar terlihat rapi dan kuat. Sentuhan akhir anda bisa melapisi permukaannya menggunakan cat dinding langsung tanpa harus dilapisi semen terlebih dahulu.

Biasanya ketebalan dinding GRC yang dipilih pasti diatas 10 mm, alasannya adalah supaya tahan terhadap benturan. Sangat tidak lucu jika anda menggunakan papan yang tipis dan terkena tendangan bola dinding anda berlubang. Mengingat digunakan sebagai dinding luar penggunaan papan harus lebih tebal. Jangan khawatir soal harga karena merekalah satu ini sangat terjangkau mulai dari Rp 60.000 – Rp 90.000 per lembarnya.

Walaupun kekuatan material satu ini sudah terbukti masih banyak orang yang ragu untuk menggunakannya, padahal dilihat dari segi biaya yang dikeluarkan jauh lebih hemat sehingga kelebihan uang bisa dialokasikan untuk hal lain. Agar anda lebih mantap lagi berikut ada beberapa kelebihannya :

Ringan dan kuat

Jika anda membandingkan material ini dengan material yang serupa pasti terasa lebih ringan, walaupun ringan karena terbuat dari serat kaca dan semen material ini sangat kuat, tidak mudah hancur, dan patah.

Awet

Bahan utamanya membuat papan satu ini tahan terhadap api, dan air, selain itu papan ini juga anti rayap. Jadi dinding anda tidak akan mudah lapuk dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Fleksibel

Bahan bangunan satu ini memiliki tingkat fleksibilitas yang sangat tinggi. Hal ini memudahkan anda untuk memotong, dan membentuknya sesuka hati. Bahkan anda bisa memotongnya hanya dengan alat sederhana seperti papan dan cutter.

Sebelum Membeli, Kenali Karakteristik 5 Jenis Kaca Ini

Karakteristik 5 Jenis Kaca

Kaca adalah material yang kini banyak digunakan pada hunian hingga gedung perkantoran. Dulunya kaca hanya digunakan sebagai jendela atau pintu saja, kini tidak lagi. Kaca sering digunakan juga sebagai dinding atau sekat hingga atap kanopi. Diciptakannya kaca tempered membuat semua penggunaan kaca yang kuat menjadi mungkin.

Material kaca kini tidak lagi dianggap sebagai bahan yang rapuh atau mudah pecah. Sebaliknya, karena sifatnya yang transparan membuat kaca ini banyak dipilih dibandingkan sekat ruangan seperti beton yang sangat tebal. Kesan elegan dan mewah membuat banyak orang memilih menggunakannya.

5 Jenis Kaca dengan Karakteristiknya

Karakteristik 5 Jenis Kaca

Anda boleh saja memilih kaca tempered untuk jendela atau bahkan dinding ruangan, tapi apakah jenis kaca tersebut benar-benar cocok? Ada banyak sekali jenis kaca diluaran yang perlu Anda teliti sebelum membeli. Mengetahui karakteristik dari masing-masing jenis kaca tentunya akan menjadi trik memilih yang paling ampuh. Cermati beberapa karakteristik dari beberapa jenis kaca berikut ini sebelum Anda membelinya.

  • Kaca polos
    Karakteristik 5 Jenis Kaca

Kaca ini adalah jenis yang pertama kali muncul, tidak ada warna yang dimiliki sehingga disebut sebagai kaca polos atau transparan. Karakteristiknya adalah mampu mentransmisikan sinar matahari lebih banyak. Sifatnya tidak dapat menahan panas dari matahari terlalu tinggi. Jadi penggunaannya pun harus diminimalisir, misalnya saja untuk meja atau akuarium.

Jika ingin menggunakan kaca ini perhatikan juga ketebalannya. Karena tidak bisa digunakan untuk kaca jendela maka ketebalannya pun cukup rendah, seperti ukuran 5mm hingga 8mm saja.

  • Kaca Es

Karakteristik 5 Jenis Kaca

Apakah Anda sering melihat kaca dengan tekstur dan motif di dalamnya? Itu adalah kaca es yang memiliki karakteristik seperti tampilan sebuah es yaitu tidak terlalu transparan dan memiliki motif. Karena karakteristiknya inilah yang membuat kaca es lebih sering digunakan sebagai dekorasi pada furniture, pintu atau sekat ruangan. Proses produksinya pun cukup berbeda yaitu dengan teknik roll out di mana akan membentuk pola atau motifnya. Karena tidak terlalu transparan maka kaca ini tidak dapat mentransmisikan cahaya matahari terlalu tinggi.

  • Kaca tempered

Karakteristik 5 Jenis Kaca

Inilah kaca yang saat ini lebih banyak digunakan. Karakteristik utamanya adalah sangat kuat dibandingkan jenis lainnya, bahkan bisa menahan panas hingga 700 derajat celcius. Karena digunakan untuk elemen outdoor maka kaca ini pun sangat tebal seperti lebih dari 10 mm untuk ukuran minimal. Tak hanya tahan panas, tempered glass juga kaca yang tahan terhadap tekanan udara, tekanan beban, atau benturan yang cukup keras.

Tanpa ketahanannya yang sangat tinggi, kaca tempered tidak bisa digunakan sebagai atap atau sekat ruangan bahkan dinding outdoor pada gedung bertingkat. Karakteristiknya yang sangat baik inilah yang membuat kaca memiliki harga lebih mahal.

  • Kaca Berwarna

Karakteristik 5 Jenis Kaca

Adapula kaca yang memiliki warna sehingga sering digunakan sebagai elemen dekoratif. Karakteristik dari kaca ini adalah kemampuannya menyerap panas matahari sehingga membuat ruangan menjadi lebih sejuk. Sangat cocok digunakan untuk kaca jendela pada kamar atau hunian.  Ada banyak pilihan warna yang tersedia seperti biru gelap, hijau gelap, abu-abu atau keemasan. Apabila Anda ingin menggunakan kaca yang warnanya lebih gelap, maka harus memilih kaca dengan ketebalan tinggi.

  • Kaca Reflektif

Karakteristik 5 Jenis Kaca

Kaca ini hampir mirip dengan kaca berwarna karena banyak juga varian warnanya. Bedanya adalah kaca ini memiliki karakter tidak menyerap cahaya. Jadi ketika cahaya matahari muncul akan dipantulkan kembali oleh kaca reflektif. Sehingga tidak akan membuat ruangan panas sedikitpun.

Jadi manakah jenis kaca yang akan Anda gunakan?Jangan lupa untuk menyesuaikannya juga dengan jenis ruangan.