Fungsi dan Kegunaan Stop Kontak

Fungsi dan Kegunaan Stop Kontak

Selain area yang nyaman dan apik, sebuah rumah atau gedung bangunan lainnya harus memenuhi faktor vital lain seperti keamanan instalasi listrik. Terutama bagi rumah tinggal yang masih dihuni beberapa anak kecil, sekolah, pusat perbelanjaan ataupun perkantoran dengan instalasi listrik yang lebih kompleks. Hal yang paling terlihat jelas adalah peralatan listrik yang disambungkan ke arus melalui stop kontak yang berhubungan langsung dengan kegiatan sehari-hari. Dengan begitu penempatan material instalasi listrik satu ini menjadi bahan pertimbangan yang penting.

Stop Kontak Sebagai Jalur Penghubung Arus Ke Peralatan Elektronik

Fungsi dan Kegunaan Stop Kontak

Sering kali tidak disadari, penyebutan stop kontak tertukar dengan stekker. Stop kontak adalah material instalasi listrik yang menghubungkan arus ke perlatan elektronik. Sehingga lampu, kipas, televisi, kulkas dan AC dapat menyala. Sementara stekker adalah material instalasi listrik berupa kaki-kaki yang dijepit pada stop kontak. Lebih mudahnya stekker sering disebut dengan istilah colokkan, sementara stop kontak stop kontak sering disebut dengan istilah terminal.

Memiliki fungsi vital dalam penyambungan arus, penempatan terminal perlu dipertimbangkan dengan matang. Yang populer di masyarakat, terminal di pasang secara terbuka pada permukaan dinding atau bahkan tergeletak di atas lantai untuk alasan praktis. Terminal jenis ini disebut dengan out bow stop contact. Penggunaan terminal pada area terbuka biasa digunakan di rumah tinggal, sekolah dan kafe. Sementara untuk mempertimbangkan faktor keamanan dari jangkauan anak kecil ataupun mobilitas yang tinggi di suatu area, maka jenis in bow stop contact lebih disarankan. Jenis terminal ini dipasang terpendam baik pada dinding maupun pada lantai. Terdapat plat yang dapat dibuka dan ditutp atau pun dengan cara ditekan apabila terminal hendak digunakan. Dan dibiarkan dalam keadaan tersimpan rapi saat tidak digunakan.

2 Fungsi Stop Kontak

Meski sama-sama memiliki fungsi sebagai penghubung arus, secara garis besar terminal dibedakan menjadi dua yaitu stop kontak kecil dan stop kontak besar. Tentunya perbedaan ini pun mempengaruhi harga stop kontak yang beredar di pasaran. Selain itu jumlah slot terminal dan desainnya pun mempengaruhi kualitas serta harga.

1. Stop Kontak Besar

Pernah memperhatikan dari mana asal arus listrik yang masuk ke setiap rumah atau bangunan? Jika Anda telusuri maka Anda akan menemukan tower besar sebagai sumber arus listrik yang kemudian akan disalurkan ke rumah-rumah penduduk. Terminal berukuran besar berperan penting untuk menghubungkan arus dengan dua kanal AC dengan lempeng logam pada bagian atas dan bawah sebagai ground. Terminal jenis ini memang sengaja digunakan untuk menghubungkan arus dari peralatan dengan daya sumber yang besar.

2. Stop Kontak Kecil

Jika terminal besar khusus digunakan untuk instalasi listrik dengan daya besar, maka terminal kecil dikhususkan untuk instalasi listrik dengan daya yang lebih rendah. Hal inilah yang menyebabkan mengapa di rumah-rumah penduduk jenis terminal yang digunakan adalah terminal kecil. Terminal kecil terdiri dari dua kanal AC yang menghubungkan listrik pada daya rendah ke peralatan elektronik. Sebab ukurannya yang lebih kecil, maka pasangan stekkernya pun memiliki lempeng kaki yang kecil pula.

Stop kontak atau terminal memiliki jumlah slot yang berbeda-beda di antaranya slot tunggal, ganda, tiga empat atau lima slot. Desainnya kebanyakan dibalut warna putih dengan bentuk bujur sangkar, lingkaran atau memanjang. Jika Anda memilih penggunaan terminal pada area terbuka, maka pastikan terminal dipasang jauh dari jangkauan anak-anak.

 

Dapatkan harga stop kontak terbaik hanya di temtera.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *